Aleksander Kerzhakov
Ditulis oleh Mohamad Marogi di/pada Maret 19, 2008

SEJAK tahun 2002, nama Aleksandr Kerzhakov kerab mengisi skuad tim nasional Rusia. Bersama Andrei Arshavin, mereka menjadi duet yang sangat menakutkan dan momok bagi barisan belakang lawan.
Peran striker Dinamo Moscow ini semakin sentral saja ketika Guus Hiddink menjadi pelatih timnas. Meskipun sempat turun kasta jadi pemain cadangan lantaran performanya yang menurun ketika memperkuat klub Zenit St Petersburg (2001-2006), dia dengan cepat mendapat kembali kepercayaan itu.
Peluang emas tersebut diperoleh setelah dia merumput bersama klub Sevilla. Penampilannya yang impresif di kompetisi Liga Spanyol itu membuat Hiddink benar-benar tak mau pindah ke lain hati dan selalu menjadikan Kerzhakov sebagai pilihan utama.
Setelah tampil di pertandingan ujicoba melawan Belanda pada bulan Februari 2007, dilanjutkan melawan Estonia pada bulan Maret, dia menunjukkan ketajamannya sebagai striker mematikan. Ketika menang 2-0 atas Estonia di babak kualifikasi Piala Eropa 2008, Kerzhakov memborong gol-gol tersebut.
Ibarat mesin yang makin panas makin ngebut aja, pemain kelahiran Kingisepp, Rusia, 27 November 1982 itu pun semakin buas untuk mencabik jala gawang lawan. Pada 2 Juni 2007, dia mencetak hat-trick untuk membawa Rusia membekap Andora 4-0 dan dilanjutkan sumbangan satu golnya ketika Rusia menang 3-0 atas Republik Macedonia pada 8 September 2007.
Apakah perjalanan karier Kerzhakov ini berjalan mulus? Tentu saja tidak, karena dia harus melewati perjalanan panjang nan berliku. Lulus dari sekolah sepakbola Smena di St Petersburg, Rusia, tahun 1999, dia bergabung dengan klub amatir FC Svetogorets Svetogorsk dan 18 golnya membawa klub itu juara liga regional baratlaut.
Tahun 2001, dia bergabung dengan FC Zenit Saint Petersburg dan mencetak gol pertama di klub itu pada bulan Juni saat lawan Spartak Moscow. Awalnya, dia hanya jadi striker bayangan dari Alexander Panov.
Karena terus bekerja keras dan menunjukkan penampilan memukau, dia dengan cepat menjadi pilihan utama dan berduet dengan Arshavin. Duet maut ini pun tetap dipertahankan di timnas Rusia.
Ketika Dick Advocaat jadi pelatih Zenit pada tahun 2006, Kerzhakov mulai jarang dimainkan. Sevilla yang waktu itu ditangani Juande Ramos mengambil kesempatan untuk menggaetnya pada 28 Desember 2006 dan Kerzhakov membayar lunas kepercayaan itu dengan mempersembahkan gelar Piala UEFA musim 2006/07.
Setelah Ramos meninggalkan Sevilla bulan Oktober 2007, karier Kerzhakov pun redup. Caretaker manager, Manuel Jimenez, tak banyak memberikan kesempatan bagi Kerzhakov yang memilih untuk angkat kaki dari sana. Alhasil, pada Februari 2008 Dinamo Moscow pun merekrut Kerzhakov yang dikontrak selama tiga tahun. (LOU)